“ Tatha, bangun
! liat udah jam berapa sekarang ! “ teriak mama dengan nada agak kesal. Tathapun
terbangun dengan lemas dan menoleh kearah jam yang ada di kamarnya. Matanya
langsung terbelalak melihat jarum jam yang menunjukkan pukul 06.50. “ yaampun
mama, kenapa ga dibangunin dari tadi. “ kata Tatha dengan sedikit berteriak. “
udah, kamunya aja yang susah dibangunin ! “ jawab mama. Awalnya, ia bingung apa
yang harus dilakukan pertama kali. Dan akhirnya ia langsung ngibrit ke kamar
mandi. Seusai bersiap – siap, Tatha pamit pada mama untuk pergi kesekolah.
“ Ma, Tatha berangkat ya” pamit Tatha sambil mencium
tangan mama.
“ Ga sarapan dulu ? udah mama buatin nasi goreng tuh “.
“ Ga usah ma. Biarin nasinya buat mama aja, assalamu’alaikum “
kata Tatha sambil berlari. Mama hanya
bisa tersenyum melihat tingkah putrinya itu.
Sesampainya
di sekolah, “ ee..eehh mau kemana kamu ? “ tanya pak Sobar yang hari itu
bertugas sebaga guru piket. Padahal, tadinya pak Sobar sedang menoleh ke arah
yang berlawanan dengan Tatha. Pak Sobar memang terkenal dengan julukan pak
burung hantu karena penglihatannya yang sangat tajam dan wajahnya yang sedikit
menyeramkan . Tatha kira ia tidak bakal kena hukuman dari pak Sobar, namun
perkiraannya salah. “ saya mau masuk,pak ” jawab Tatha dengan napas yang
sedikit tersenggal – senggal. “ kamu ga
lihat sekarang udah jam berapa, kamu itu udah telat 15 menit. Apa alasan kamu
telat ?” tanya pak Sobar. “maaf, pak saya bangun kesiangan” jawab Tatha sambil
menunduk. “ Tatha Tathaaa dari dulu alasanmu selalu aja begitu. Baiklah,
sekarang kamu lari 5 keliling !” perintah pak Sobar. Tatha terkejut mendengar
keputusan pak Sobar. Padahal perjalanannya dari rumah ke sekolah Tatha lari
sepanjang jalan dan kali ini ia harus lari juga sebanyak 5 keliling.
Perasaannya menjadi kesal, kecewa, kelah, sedih campur aduk menjadi satu. Dan
Tatha bengong mendengar perkataan pak Sobar.
“ Tunggu apa lagi kamu ? cepat lari 5 keliling ! “perintah pak
Sobar.
“ I i iya pak” jawab Tatha gugup. Dan iapun langsung
lari untuk menjalani hukuman.
Hukuman
dari pak Sobar telah selesai Tatha jalani, dan iapun langsung naik ke lantai 3
untuk memasuki kelasnya. Kali ini ia beruntung, karena bu Ani tidak masuk, jadi
kelasnya kosong dan ia tidak mendapat hukuman 2 kali. Begitu pintu kelas telah
terbuka, Tatha masuk dengan wajah yang tidak karuan. Teman sekelasnya
menatapnya dengan tatapan kosong. “ ya ampun Tathaaa, abis ngapain ? kok
mukanya ga karuan gitu ? “ tanya cika perhatian. “ nanti aja ya di ceritainnya,
aku masih cape banget “ jawab Tatha dengan wajah memelas. “ yaudah nih minum,
biar capenya ilang “ saran Gina sambil menyodorkan botol minum miliknya. Tanpa
pikir panjang, Tatha langsung menyergap botol itu dan meminumnya.
Tak
terasa, bel istirahat telah berbunyi. Para siswa – siswi berhamburan keluar.
Ada yang ke kantin, ke perpustakaan, dan ke taman sekolah. “ Ta, ke taman yuk !
capenya udah ilang kan ? “ ajak Gina. “ iya yuk! Kamu kan janji mau cerita
tentang tragedi tadi pagi hahaha” ajak cika juga. Mereka bertiga tertawa
mendengar celetukan cika. Dan Tathapun menyetujui ajakan kedua temannya itu.
Ketika di taman, Tatha mulai menceritakan kejadiannya secara detail. Kedua
temannya terlihat serius mendengarkan celotehannya. Sesekali mereka tertawa
terbahak – bahak karena Tatha yang memeraktikan wajah pak Sobar yang sedang
marah padanya.
“ Hahahaha,
udahan ah Ta, sakit perut nih gara – gara denger ceritamu. “ pinta Cika. “ Eh, kita jalan yuk ke toko
buku. Udah lama nih ga ke sana” ajak Tatha. “ ayo, aku juga mau nyari novel
baru nih “ kata Gina bersemangat. “ tapi kapan ? “ tanya Cika. “ gimana kalo
besok aja kan kita libur tuh “ saran
Gina. “ ayoo ” jawab Tatha dan Cika kompak disertai semangat.
Keesokan
hari telah tiba. “ Tinut...tinut...tinut “ terdengar suara hp Tatha yang berbunyi.
Ternyata, ada sms dari Cika yang berisi :
Ta, jadi ga kita pergi ke toko bukunya ?
Tatha segera membalasnya dengan mengiyakan dan
menyuruhnya untuk ketemuan di tempat biasa mereka berkumpul. “ Tathaaa, ayo
sarapan dulu “ perintah ibu. Tathapun segera menuju ke ruang makan.
“ Ma, nanti Tatha mau ke toko buku ya bareng Gina sama
Cika “ izin Tatha.
“ Iya, tapi kamu ga boleh pergi sebelum rumah ini rapi ! “
“ Yah, mama nanti temen aku nungguinnya kelamaan “
“ Ya terserah kamu, pokoknya kalo rumah belom rapi,
kamu ga boleh pergi. Ini hukuman buat kamu karena kemarin telat ke sekolah. “
“ Yaudah iya deh iya “ akhirnya Tatha mengiyakan
walaupun dengan wajah agak cemberut.
Seusai
sarapan, Tatha memulai aksinya untuk merapikan rumahnya. Dengan cekatan ia
membersihkan debu – debu yang menempel pada perabotan rumahnya. Sesekali
mamanya membantu Tatha. Tak terasa, waktu telah menunjukkan pukul 09.45 padahal
ia janji pukul 10.00 telah berada di tempat biasa mereka bertemu. Sementara ia
belum siap sama sekali. Untung, eumahnya telah rapiu dan bersih. Jadi Tatha
bisa langsung bersiap- siap. Setaelah siap, Tatha langsung pamit dan pergi
menuju tempat yang dijanjikan.
“ Aduh,
si Tatha kemana sih ? tadi janjinya jam 10 sekarang udah jam 10 lewat 17 belom
nongol juga “ keluh Cika. “ paling dia telat kaya biasa “ kata Gina tenang. Tak
lama kemudian terlihat Tatha yang sedang berlari – lari kecil menghampiri Gina
dan Cika. “ tuh dia si Tatha “ tunjuk Gina. “ maaf ya, tadi aku abis dihukum
dulu sama mama gara – gara kemarin telat “ mohon Tatha. “ yaudah, dasar miss
telat. Ayo berangkat ! “ kata Cika.
Mereka
langsung menuju tempat yang dituju. Ketika sampai, mereka langsung berpencar
mencari buku kesukaanya masing – masing. Tatha ke tempat komik, Cika ke tempat
buku - buku non fiksi dan Gina ke tempat novel fiksi. Beberapa lama kemudian,
mereka bertemu di kasir untuk membayar buku – buku yang telah dibeli.
“ Eh, kalian laper ga ? cari
makan yuk !” ajak Gina. “ iya, laper nih “ kata Cika mengiyakan. Mereka bertiga
berjalan mencari makan sambil melihat – lihat benda yang menarik menurut
mereka. Saat mereka berjalan, mereka melihat kios es krim yogurt. Mereka
penasaran ingin mencoba es krim tersebut. “ eh, mahal ga tapi ? soalnya uang ku
tinggal sedikit kan udah buat dibeliin buku “ kata Gina. “ kayanya ga terlalu
mahal deh, itu ada tulisan Rp 1.500/gram
“ jelas Cika. “ Yaudah cobain yuk ! “ ajak Tatha.
Sesampai
di sana, mereka langsung menyambar gelas yang disediakan. “ Ta, coba kamu dulu
yang ngambil es krimnya “ perintah Gina. “ ah, ga mau ah “ tolak Tatha. “ udah
sini aku aja yang duluan “ kata Cika dengan penuh percaya diri. Cikapun segera
menekan tombolnya dan es krim yoghurt jatuh ke dalam gelas Cika. Nampaknya,
Cika keasyikan mengambil es krimnya, al hasil es krim Cika lebih banyak jika
dibandingkan dengan Tatha maupun Gina. Setelah itu, mereka mengambil toping es
krim yang diinginkan dengan sesuka hati khususnya Cika. Tibalah pada sesi
penimbangan, Cika meletakkan es krim yoghurtnya di atas timbangan dan
menunjukkan berat 23,3 gram. Pelayan langsung menghitung biaya yang harus
dibayar Cika. “ 35 ribu rupiah “ kata pelayannya. Cikapu terbelalak. Mereka
bertiga saling berpandangan dan menunjukkan ekspresi kaget yang membuat mereka
bertiga ingin tertawa namun ditahan.
Selanjutnya,
Gina dan Tatha melakukan hal yang sama dilakukan Cika. Gina harus membayar 25
ribu rupiah sedangkan Tatha harus membayar 21 ribu rupiah. Untungnya, Tatha
masih memiliki cukup uang. “ Ta, aku minjem uang kamu dulu ya, uangku kurang
nih “ bisik Cika. “ Yaudah “ jawab Tatha sambil menahan tawa. Merekapun
langsung membayar es krim tersebut dan pergi dari meja kasir. Setelah itu,
mereka tertawa terbahak – bahak atas kejadian barusan walaupun sebenarnya
sedikit menyesal telah membeli es krim tersebut. “ Hahaha yang paling parah si
Cika tuh sampe 35 ribu, lagian sih ngambil es krimya keasyikan “ kata
Tatha. “ Tau nih padahal duit segitu kalo di
beliin bakso pasti kenyang, lah kalo ini belom tentu kenyang “ sesal Gina. “ Tulisannya sih Rp 1500/gram
kirain murah ternyata malah bikin bangkrut “ gerutu Cika. Namun, akhirnya
mereka mengikhlaskan dan telah menganggap itu adalah sebuah pengalaman yang
tidak akan terlupakan.
0 komentar:
Posting Komentar